Selasa, 04 Oktober 2016

Mendikbud: Tahun 2020 Semua Sekolah Sudah Terapkan Penguatan Pendidikan Karakter (PPK)

Sahabat pembaca Info Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), Sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhajdir Effendy tetap akan menjalankan program penambahan jam sekolah. Bahkan saat ini pihaknya telah menyiapkan peta jalan hingga 2020.

Dijelaskan Muhajdir, penambahan jam sekolah untuk Penguatan Pendidikan Karakter (PPK). Siswa akan diarahkan untuk belajar kearifan lokal guna penguatan karakter. Pasalnya, penyelenggaran PPK ini tidak hanya di sekolah tetapi di luar lingkungan sekolah dengan memanfaatkan semua kearifan lokal dan sekolah tetap sebagai penanggung jawab.

"PPK ini bisa di sekolah atau luar sekolah yang akan dijalankan dengan ramah, menyenangkan, antikekerasan. Struktur programnya sudah ada. Peta jalan PPK konsepnya sudah selesai. Sekolah uji coba telah ditetapkan ada 50 dan di luar itu ada sekolah yang sukarela menjadi tempat uji coba. Nanti 2017 akan bertambah dan akhir 2020 semua sekolah sudah melaksanakan PPK," kata Muhadjir pada Raker DPD Komite III dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite III DPD, Fahira Idris, di Gedung DPD, Senin (3/10).

Peta jalan PPK tersebut dimulai dari pematangan konsep yang akan dilakukan pada Oktober hingga Desember 2016 dengan uji coba tahap satu dan dua. Berdasarkan peta jalan, tahap satu akan ada 42 sekolah yang menerapkan PPK. Sedangkan tahap dua 500 sekolah.

Sementara itu untuk 2017, Muhajdir menyebutkan, akan ada implemntasi mandiri dan bertahap. Ia menargetkan pada 2017, ada 1.626 sekolah SD dan SMP yang menerapkan PPK. Sedangkan 2018 ditargetkan 3.252 sekolah dari 34 provinsi. Sedangkan untuk 2019 dan 2020, pihaknya hanya akan melakukan pengembangan PPK mandiri hingga 2020 PPK diimpementasikan di seluruh sekolah.

Muhajdir mengatakan, ada beberapa kabupaten yang telah siap menjalankan PPK. Seperti Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan (Sulsel) merupakan salah satu yang siap menjalankan PPK. Selain itu, ada Provinsi Aceh yang telah siap.

Untuk daerah tertinggal, terluar, dan terdepan (3T), Muhajdir mengatakan, akan ada paket khusus. Tidak menutupi kemungkinan PPK ini akan diperkuat dengan pembentukan boarding school atau sekolah berasrama. Dalam hal ini anak didik di asrama salama lima hari. Pada Sabtu, orangtua dapat menjenguk anak. Mereka dapat berkumpul karena telah ditetapkan sebagai hari libur sebagai kompensasi penambahan jam sekolah.

Untuk menyukseskan program tersebut, Muhajdir menuturkan, pihaknya mengubah peran dari kepala sekolah, komite sekolah dan perilaku guru.

Berita ini bersumber dari BERITASATU.COM.

Program Penguatan Pendidikan Karakter Segera Diuji Coba

Sahabat pembaca Info Program Penguatan Pendidikan Karakter, sudah tahukah anda bahwa Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) akan segera diuji coba akhir tahun 2016 ini. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy mengatakan bahwa sekolah ujicoba sudah ditetapkan, kajian akademik dan pedoman sudah selesai, sedangkan petunjuk pelaksanaan sedang dalam penyempurnaan.

"Sekolah uji coba sudah kita tetapkan. Sekitar 50 sekolah yang nanti akan kita uji coba di luar sekolah yang dengan suka rela menawarkan diri dan juga provinsi, kabupaten yang ingin menjadi tempat uji coba,"kata Muhadjir dalam rapat kerja dengan Komite III Dewan Perwakilan Daerah (DPD), di Gedung DPD Jakarta, Senin (3/10/2016).

Jumlah sekolah uji coba akan ditambah tiap tahunnya. Tahun 2017 ditetapkan 1.626 sekolah uji coba, sedangkan tahun 2018 sebanyak 3.252 sekolah.

Mendikbud menambahkan bahwa pemerintahan Presiden Joko Widodo menetapkan porsi pendidikan karakter pada jenjang sekolah dasar (SD) sebesar 70% dari kurikulum inti, sedangkan pada jenjang sekolah menengah pertama (SMP) sebesar 60%. "Itu menunjukkan betapa besar perhatian pemerintah terhadap pendidikan karakter pada level pendidikan dasar," ujar mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Ia juga menegaskan tidak ada perubahan peraturan pemerintah yang berkaitan dengan Kurikulum 2013, karena implementasi kurikulum tersebut sedang berjalan. "Maka upaya kami adalah bagaimana menambah kandungan K13 yang berlaku di pendidikan dasar dan menengah dalam bentuk kokurikuler. Itulah yang kemudian disebut Program Penguatan Pendidikan Karakter," tambah Muhadjir.

Dalam kesempatan raker tersebut, anggota DPD dari Provinsi Bali I.G.N. Arya Wedakarna M. Wedasteraputra mendukung implementasi PPK di provinsinya. "Kami di Bali sangat mendukung program ini, seni dan budaya di Bali sangat mungkin diintegrasikan dengan program ini," kata Arya Wedakarna.

Anggota Komite III yang lain berharap pemerintah menelaah lebih dalam, implementasi program PPK di daerah terpencil dan kepulauan yang sarana, prasarana, dan jumlah gurunya masih terbatas. "Untuk daerah kepulauan seperti daerah kami, Program PPK ini harus dikaji matang-matang. Banyak keterbatasan di sekolah-sekolah yang terpencil ini yang harus mendapat perhatian lebih dari pemerintah," ujar anggota DPD dari Provinsi Maluku, Novita Anakotta.

Berita ini bersumber dari Kemdikbud.

Jumat, 30 September 2016

Jelang Penerapan Full Day School, Ini Pesan Mendikbud

Sahabat pembaca Info Full Day School, sudah tahukah anda bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy makin mematangkan rencana full day school untuk sekolah di Indonesia. Selasa lalu (27/9) di Hotel Santika Jakarta, Muhadjir kembali mengundang perwakilan sekolah di Indonesia yang dianggap sudah baik melaksanakan full day school.

Dari Cirebon, bahkan yang mewakili Jawa Barat, hadir Ketua Yayasan Cirebon Islamic Center (CIS), H Dede Muharam. Bersama perwakilan sekolah full day school lain di Indonesia.

Menurut Dede Muharam, Mendikbud berpesan  guru tidak boleh lagi dibebankan oleh urusan administrasi sehingga mengganggu konsentrasi mengajarnya. Sebaliknya, seorang kepala sekolah jangan dibebankan untuk mengajar, tetapi harus menjadi seorang manager sekolah.

Mendkibud juga berpesan agar nilai literasi dan numerasi matematika waktunya bisa diperpanjang pada full day school. Atas sistem full day school ini  guru akan mendapatkan haknya seperti pangkat,  masa kerja yang harus dihargai. Dan tak lupa yang harus selalu dipegang adalah guru harus selalu  menjadi teladan,  contoh bil hal (nyata) untuk siswanya.

Ketika full day school sudah dilaksanakan, Mendikbud juga ingin pada hari Sabtu dan Minggu sekolah libur nasional dan menjadi hari untuk keluarga. 

Berita ini bersumber dari Radar Cirebon.

Senin, 26 September 2016

Full Day School Timbulkan Polemik, Ini Tanggapan Mendikbud Muhajir Effendy

Sahabat pembaca Info Full Day School, sudah tahukah anda bahwa Program Full day school yang digagas Mendikbud Muhajir Effendy menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat, menyikapi itu Mendikbud Muhajir mengungkapkan Program Full day school merupakan keinginan presiden yang merupakan implementasi revolusi mental, saya adalah pembantu presiden tentu saja saya harus mematuhinya bahkan saya bersedia di bulli.

"Full day school merupakan implementasi pendidikan karakter, bag yang cinta pendidikan harus dukung full day scholl," kata Mendikbud Muhajir Effendi ketika Kunjungan kerja perdana di Kota Padang Sumbar, Sabtu (24/9/2016).

Ia menjelaskan, "Full Day School" bukan berarti peserta didik belajar seharian di sekolah. Namun sistem yang memastikan bahwa peserta didik bisa mengikuti kegiatan-kegiatan penanaman pendidikan karakter, salah satunya kegiatan ekstrakurikuler.

"Jadi melalui Full Day School, setelah belajar setengah hari peserta didik tidak langsung pulang ke rumah, namun dapat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler yang menyenangkan, dan membentuk karakter, kepribadian, serta mengembangkan potensi," jelasnya.

Dalam perwujudan Pendidikan karakter itu, kata Muhadjir Effendy, pihak kementerian juga telah memberikan acuan bahwa dalam kegiatan pembelajaran di tiap-tiap sekolah, sebahagian besar porsinya harus diisi dengan pendidikan karakter.

Sementara itu, ketika berbicara di hadapan ratusan kader Muhammadiyah Sumbar, Muhadjir mengatakan, dirinya akan berupaya merestorasi pendidikan dasar dan menengah (SD-SMP), termasuk pendidikan karakter bagi anak didik. Selain itu, ia juga akan membenahi kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan profesionalisme para pendidik.

"Saya tidak akan mengutak-atik masalah sertifikasi guru. Namun, harapan saya, profesionalisme seorang guru juga harus ditingkatkan terus. Jangan ada guru yang tidak layak, tetapi tetap saja menuntut sertifikasi, bahkan prosesnya minta dipermudah," kata Mendikbud.

Menyinggung pendidikan di jenjang SMA dan SMK, Muhadjir mengatakan akan mencari formulasi yang tepat karena tidak semua lulusan SMA melanjutkan tahap pendidikan ke perguruan tinggi, alih-alih memilih untuk bekerja. Namun, karena tidak memiliki keterampilan dan keahlian, mereka akhirnya tidak bisa apa-apa di dunia kerja.

Walau demikian, lulusan SMK pun tidak semuanya langsung bekerja. Ada yang tetap melanjutkan tahap pendidikan ke perguruan tinggi. Meski mereka memiliki keterampilan sesuai minat yang diambil di SMK, jika kualitasnya tidak ditingkatkan dan memiliki keahlian yang memadai, mereka akan tergusur oleh tenaga kerja asing yang memiliki sertifikasi internasional.

"Kondisi ini yang akan kami carikan solusi agar kesenjangan dalam pendidikan bisa diminimalkan," ujarnya.

Berita ini bersumber dari Minangkabaunews.